Kajian Dhuha | Selasa, 28 April 2026

ms-kutacane.go.id – Sebuah pengingat reflektif tentang pentingnya memahami makna setiap bacaan dalam sholat kembali digaungkan, khususnya pada momen duduk di antara dua sujud yang kerap kali dilalui tanpa penghayatan mendalam.
Dalam praktik ibadah sehari-hari, bacaan saat duduk di antara dua sujud bukan sekadar rangkaian lafaz, melainkan doa yang sarat makna. Setiap kalimat yang dipanjatkan mengandung permohonan kepada Allah SWT, mulai dari ampunan, rahmat, kecukupan, hingga petunjuk dalam menjalani kehidupan.
Para tokoh agama menekankan bahwa momen ini seharusnya menjadi ruang perenungan bagi setiap muslim untuk lebih menyadari kebutuhan dirinya sebagai hamba. Dengan memahami arti dari setiap doa, diharapkan ibadah tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.

Penghayatan terhadap bacaan sholat, termasuk saat duduk di antara dua sujud, dinilai mampu meningkatkan kualitas kekhusyukan. Hal ini sekaligus menjadi pengingat bahwa esensi ibadah tidak hanya terletak pada gerakan dan bacaan, tetapi juga pada pemahaman serta keikhlasan hati dalam melaksanakannya.
Melalui refleksi ini, masyarakat diimbau untuk tidak hanya membaca doa, tetapi juga berusaha memahami dan menghayati setiap makna yang terkandung di dalamnya, sehingga ibadah yang dilakukan dapat memberikan dampak yang lebih mendalam dalam kehidupan sehari-hari.
(Tim Media Mahkamah Syar'iyah KutaCane)


