berAKHLAK removebg previewheader ms kutacane 2021

Tingkatkan Rasa Syukur, Wujudkan dalam Pengabdian dan Tanggung Jawab

on .

on . Dilihat: 12

1

ms-kutacane.go.id – Mahkamah Syar’iyah Kutacane kembali melaksanakan Kajian Dhuha Rutin sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual bagi seluruh aparatur. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2026, tersebut menghadirkan Ustazah Ade Puan Maulida sebagai pemateri dengan mengangkat tema mengenai pentingnya meningkatkan rasa syukur dalam menjalani kehidupan.

Kajian Dhuha rutin menjadi salah satu kegiatan positif yang dilaksanakan di lingkungan Mahkamah Syar’iyah Kutacane untuk memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan sekaligus menjadi ruang refleksi bagi aparatur di tengah pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kedinasan.

Dalam penyampaiannya, Ustazah Ade Puan Maulida mengajak seluruh aparatur untuk senantiasa meningkatkan rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Rasa syukur tidak semata-mata muncul ketika seseorang memperoleh sesuatu yang besar, tetapi juga perlu ditanamkan dalam setiap keadaan dan aktivitas kehidupan sehari-hari.

Berbagai hal yang sering dianggap sederhana, seperti kesehatan, kesempatan untuk bekerja, keluarga, kebersamaan dengan rekan kerja, kemampuan untuk menjalankan aktivitas, serta kesempatan untuk terus belajar dan memperbaiki diri, merupakan nikmat yang patut disadari dan disyukuri.

Sering kali manusia lebih mudah memperhatikan sesuatu yang belum dimiliki dibandingkan mensyukuri apa yang telah ada. Karena itu, melalui kajian tersebut seluruh aparatur diajak untuk melihat berbagai nikmat yang dimiliki dengan perspektif yang lebih luas serta menjadikannya sebagai alasan untuk terus bersyukur dan meningkatkan kualitas diri.

Rasa syukur juga tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi perlu tercermin dalam sikap dan perilaku. Salah satu bentuk nyata dari rasa syukur adalah menjalankan setiap amanah dengan sungguh-sungguh, menjaga kepercayaan yang diberikan, serta memberikan manfaat bagi orang lain melalui pekerjaan dan pengabdian.

Dalam konteks kehidupan sebagai aparatur peradilan, rasa syukur dapat diwujudkan dengan melaksanakan tugas secara bertanggung jawab, menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan. Setiap kesempatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat merupakan bagian dari amanah yang harus dijalankan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Kajian tersebut juga menjadi pengingat bahwa pekerjaan yang dijalankan setiap hari bukan hanya sekadar rutinitas untuk menyelesaikan kewajiban, tetapi dapat menjadi sarana untuk memberikan manfaat dan bernilai ibadah apabila dilaksanakan dengan niat yang baik serta penuh tanggung jawab.

1

Dengan menumbuhkan rasa syukur, diharapkan setiap aparatur mampu membangun sikap yang lebih positif dalam menghadapi berbagai situasi. Rasa syukur dapat menjadi sumber kekuatan untuk tetap optimistis, sabar, dan ikhlas dalam menjalankan tugas, termasuk ketika menghadapi tantangan dan berbagai permasalahan dalam pekerjaan.

Kegiatan Kajian Dhuha ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan membangun lingkungan kerja yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kinerja, tetapi juga memiliki nilai-nilai spiritual dan moral yang kuat. Pembinaan mental dan spiritual diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi dan profesionalisme aparatur.

Mahkamah Syar’iyah Kutacane berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan kerja yang mendukung peningkatan kualitas aparatur secara menyeluruh, baik dari sisi kompetensi, kedisiplinan, integritas, maupun pembinaan mental dan spiritual.

Melalui kegiatan seperti Kajian Dhuha rutin, diharapkan nilai-nilai keagamaan dapat semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari dan tercermin dalam pelaksanaan tugas. Dengan demikian, setiap aparatur tidak hanya mampu bekerja secara profesional, tetapi juga memiliki kesadaran bahwa setiap amanah yang diberikan merupakan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Pada akhirnya, rasa syukur mengajarkan kita untuk menghargai apa yang telah dimiliki, menikmati setiap nikmat yang diberikan, serta menggunakan nikmat tersebut untuk melakukan kebaikan dan memberikan manfaat bagi sesama.

Semakin kita menyadari nikmat yang diberikan Allah SWT, semakin banyak alasan untuk bersyukur. Syukur dalam hati, ikhlas dalam menjalankan amanah, dan bermanfaat bagi sesama.

(Tim Media Mahkamah Syar'iyah KutaCane)

CCTV Online