berAKHLAK removebg previewheader ms kutacane 2021

Jaga Integritas, Tingkatkan Kompetensi, Perkuat Disiplin

on .

on . Dilihat: 22

1

ms-kutacane.go.id – Kutacane – Mahkamah Syar’iyah Kutacane kembali melaksanakan apel pagi rutin sebagai bagian dari upaya memperkuat kedisiplinan, meningkatkan kualitas kinerja, serta menanamkan nilai-nilai integritas di lingkungan kerja. Apel pagi kali ini dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Syar’iyah Kutacane, T. Swandi, S.H.I., M.H., selaku pembina apel.

Dalam arahannya, T. Swandi mengingatkan seluruh aparatur agar senantiasa menjaga moralitas dan integritas dalam menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab. Menurutnya, kedua nilai tersebut merupakan landasan penting yang harus dimiliki setiap aparatur dalam melaksanakan amanah, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.

Ia menekankan bahwa moralitas yang baik harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik ketika menjalankan tugas kedinasan maupun dalam berinteraksi dengan sesama rekan kerja. Setiap aparatur diharapkan mampu menjaga sikap, tutur kata, serta tindakan agar senantiasa mencerminkan nilai-nilai luhur sebagai bagian dari lembaga peradilan.

Selain moralitas, integritas juga menjadi perhatian utama dalam arahannya. Integritas tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menyangkut konsistensi antara perkataan dan perbuatan. Oleh karena itu, seluruh aparatur diharapkan dapat menjalankan tugas secara jujur, bertanggung jawab, serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat mengurangi kepercayaan terhadap lembaga.

Lebih lanjut, Ketua MS Kutacane mengajak seluruh aparatur untuk terus meningkatkan kompetensi diri. Ia mengingatkan bahwa tuntutan pekerjaan dan perkembangan dunia peradilan mengharuskan setiap pegawai untuk senantiasa belajar dan mengembangkan kemampuan sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

Peningkatan kompetensi, lanjutnya, merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan kemauan dan kesungguhan. Setiap aparatur hendaknya tidak pernah merasa cukup dengan pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki, melainkan terus berupaya memperbarui pemahaman, memperbaiki kekurangan, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas.

Semangat untuk terus belajar juga perlu diwujudkan melalui kesediaan menerima masukan dan melakukan evaluasi terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan. Dengan demikian, setiap aparatur memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri sekaligus meningkatkan ketelitian, efektivitas, dan profesionalisme dalam menyelesaikan tanggung jawabnya.

Dalam kesempatan tersebut, T. Swandi turut memberikan perhatian khusus terhadap kedisiplinan waktu, terutama setelah jam istirahat. Ia mengingatkan bahwa waktu istirahat telah diatur untuk memberikan kesempatan kepada seluruh pegawai memulihkan tenaga sebelum kembali melanjutkan pekerjaan.

1

Seluruh aparatur diharapkan dapat memanfaatkan waktu istirahat secara bijak dan kembali melaksanakan tugas tepat waktu setelah waktu istirahat berakhir. Kedisiplinan dalam mengatur waktu merupakan salah satu bentuk tanggung jawab yang perlu diterapkan secara konsisten oleh setiap pegawai.

Ketepatan waktu bukan sekadar persoalan mematuhi jadwal kerja, tetapi juga mencerminkan kesungguhan dan komitmen seseorang terhadap amanah yang diberikan. Apabila kedisiplinan menjadi kebiasaan bersama, pelaksanaan tugas sehari-hari dapat berjalan lebih tertib dan teratur.

Arahan tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas kinerja aparatur tidak hanya diukur dari penyelesaian pekerjaan, tetapi juga dari sikap dan tanggung jawab dalam menjalankan setiap prosesnya. Moralitas yang terjaga, integritas yang kuat, kompetensi yang terus berkembang, serta kedisiplinan yang konsisten merupakan unsur penting dalam membangun lingkungan kerja yang profesional.

Pelaksanaan apel pagi juga menjadi sarana bagi pimpinan untuk menyampaikan arahan sekaligus memperkuat komitmen seluruh aparatur dalam menjalankan tugas. Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan setiap pegawai senantiasa memiliki kesadaran untuk menjaga etos kerja dan meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

Dengan adanya arahan tersebut, seluruh aparatur MS Kutacane diharapkan dapat menjadikan nilai-nilai yang disampaikan sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari. Komitmen untuk terus memperbaiki diri perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, baik dalam menjaga perilaku, meningkatkan kemampuan, maupun menaati ketentuan kedinasan.

Apel pagi ini menjadi momentum untuk mengawali pekan dengan semangat baru, memperkuat tanggung jawab, serta membangun kebiasaan kerja yang lebih baik. Melalui penerapan moralitas, integritas, kompetensi, dan disiplin secara berkesinambungan, MS Kutacane terus berupaya menjaga kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan peradilan.

(Tim Media Mahkamah Syar'iyah KutaCane)

CCTV Online