Tingkatkan Pemahaman Pengelolaan Arsip Digital, MS Kutacane Ikuti Sosialisasi SRIKANDI

ms-kutacane.go.id – Kutacane, 24 September 2026 – Mahkamah Syar’iyah Kutacane terus mendorong peningkatan kualitas tata kelola administrasi melalui pemanfaatan teknologi informasi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengikuti Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (24/09/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Subbagian Umum Mahkamah Syar’iyah Kutacane, Bapak Tatang Handoko, mengikuti rangkaian sosialisasi yang diselenggarakan oleh Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman sekaligus mengoptimalkan penggunaan Aplikasi SRIKANDI pada satuan kerja di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Pemanfaatan aplikasi tersebut menjadi salah satu bagian dari proses penguatan pengelolaan administrasi dan kearsipan secara digital.
SRIKANDI merupakan salah satu sarana yang mendukung pengelolaan arsip dan persuratan secara terintegrasi. Dengan adanya sistem yang digunakan secara digital, proses penciptaan, pengelolaan, penyimpanan, hingga penataan arsip dapat dilakukan secara lebih terarah dan terdokumentasi.
Bagi satuan kerja, pengelolaan arsip dan persuratan merupakan bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas. Setiap surat maupun dokumen kedinasan memiliki nilai administrasi dan menjadi bagian dari rekam jejak pelaksanaan kegiatan organisasi. Karena itu, pengelolaannya membutuhkan ketertiban, ketepatan, dan konsistensi.
Melalui sosialisasi ini, peserta mendapatkan penguatan pemahaman mengenai penggunaan SRIKANDI serta berbagai hal yang berkaitan dengan penerapannya dalam pelaksanaan administrasi kedinasan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehingga penggunaan aplikasi dapat berjalan secara optimal.
Transformasi administrasi berbasis digital juga menuntut aparatur untuk terus meningkatkan kemampuan dalam menggunakan teknologi. Perubahan dari pola administrasi konvensional menuju sistem digital membutuhkan pemahaman yang baik agar setiap proses dapat dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.
Penggunaan aplikasi secara optimal diharapkan dapat mendukung terciptanya tata kelola persuratan yang lebih tertib. Dokumen kedinasan dapat dikelola secara lebih sistematis sehingga memudahkan proses pencatatan, penelusuran, penyimpanan, serta pengelolaan arsip sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Selain mendukung ketertiban administrasi, pengelolaan arsip secara digital juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan informasi organisasi. Arsip yang dikelola dengan baik dapat menjadi sumber informasi dan dokumentasi yang mendukung pelaksanaan tugas serta kebutuhan administrasi di kemudian hari.
Penerapan SRIKANDI juga membutuhkan komitmen dari seluruh unsur yang terlibat dalam proses administrasi. Penggunaan sistem tidak hanya bergantung pada aplikasi, tetapi juga pada kedisiplinan dan ketelitian aparatur dalam mengikuti prosedur pengelolaan dokumen dan persuratan.
Mahkamah Syar’iyah Kutacane melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini terus berupaya meningkatkan kapasitas aparatur di bidang administrasi umum dan kearsipan. Penguatan kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya sistem administrasi yang semakin tertib, efektif, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan secara daring juga menunjukkan bahwa proses peningkatan kapasitas aparatur dapat terus dilakukan dengan memanfaatkan teknologi. Dengan adanya kegiatan seperti ini, aparatur dapat memperoleh informasi dan pemahaman terbaru tanpa mengurangi pelaksanaan tugas kedinasan di satuan kerja.
Ke depan, pemahaman yang diperoleh dari kegiatan sosialisasi diharapkan dapat menjadi bekal dalam mengoptimalkan penerapan SRIKANDI di lingkungan Mahkamah Syar’iyah Kutacane. Penerapan yang konsisten akan mendukung terwujudnya tata kelola persuratan dan kearsipan yang lebih terstruktur serta sesuai dengan arah transformasi administrasi pemerintahan berbasis digital.
Pengelolaan administrasi yang tertib merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung kinerja organisasi. Dengan memanfaatkan teknologi secara tepat, meningkatkan kompetensi aparatur, dan menjaga kedisiplinan dalam pengelolaan dokumen, Mahkamah Syar’iyah Kutacane terus berupaya membangun tata kelola administrasi yang profesional dan akuntabel.
Terus belajar, beradaptasi dengan teknologi, dan mewujudkan tata kelola persuratan serta kearsipan yang tertib, efektif, dan berbasis digital.
(Tim Media Mahkamah Syar'iyah KutaCane)

