Pimpinan dan Pejabat MS Kutacane Ikuti Pembinaan Daerah oleh Hakim Agung Secara Daring

ms-kutacane.go.id – Kutacane, 29 September 2026 – Pimpinan dan jajaran pejabat Mahkamah Syar’iyah Kutacane mengikuti kegiatan Pembinaan Daerah oleh Hakim Agung Pengawas dan Pembina Daerah secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 29 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti dari Ruang Command Center Mahkamah Syar’iyah Kutacane sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas di lingkungan peradilan.
Kegiatan pembinaan ini diikuti langsung oleh Ketua Mahkamah Syar’iyah Kutacane, T. Swandi, S.H.I., M.H., didampingi Sekretaris Rosbayatinur, S.E., dan Panitera Suherdi, S.Ag. Turut mengikuti kegiatan tersebut para kepala subbagian (Kasubbag), para Panitera Muda (Panmud), serta Jurusita Pengganti (JSP) Mahkamah Syar’iyah Kutacane.
Keikutsertaan pimpinan dan jajaran pejabat dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen Mahkamah Syar’iyah Kutacane untuk senantiasa mengikuti arahan dan pembinaan dari Mahkamah Agung. Pembinaan daerah menjadi salah satu sarana penting dalam menyampaikan arahan, memperkuat koordinasi, serta menyelaraskan pelaksanaan tugas di lingkungan peradilan.
Pelaksanaan pembinaan secara daring melalui Zoom Meeting memungkinkan jajaran Mahkamah Syar’iyah Kutacane mengikuti kegiatan tanpa harus meninggalkan satuan kerja. Pemanfaatan fasilitas Ruang Command Center juga mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan sekaligus menjadi wujud pemanfaatan teknologi informasi dalam menunjang koordinasi dan komunikasi kedinasan.
Pembinaan oleh Hakim Agung Pengawas dan Pembina Daerah memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi satuan kerja. Melalui kegiatan ini, pimpinan dan aparatur memperoleh kesempatan untuk mengikuti arahan pembinaan yang berkaitan dengan upaya menjaga kualitas penyelenggaraan peradilan serta meningkatkan tanggung jawab dalam menjalankan tugas masing-masing.
Bagi Mahkamah Syar’iyah Kutacane, kegiatan pembinaan seperti ini merupakan bagian dari proses peningkatan kapasitas kelembagaan yang perlu dilaksanakan secara berkelanjutan. Setiap arahan dan materi pembinaan menjadi perhatian bagi seluruh aparatur untuk terus memperbaiki pelaksanaan tugas, baik pada bidang teknis yudisial maupun administrasi dan kesekretariatan.
Keterlibatan Ketua, Sekretaris, Panitera, para Kasubbag, para Panmud, serta JSP dalam kegiatan tersebut juga mencerminkan pentingnya sinergi seluruh unsur organisasi. Setiap bagian memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing yang saling berkaitan dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan tugas peradilan. Oleh karena itu, kesamaan pemahaman dan koordinasi yang baik menjadi hal penting untuk terus dipelihara.
Selain sebagai sarana pembinaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen aparatur dalam menjaga profesionalisme dan integritas. Setiap aparatur diharapkan mampu melaksanakan tugas dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku, menjunjung tinggi etika kedinasan, serta senantiasa mengutamakan tanggung jawab dalam setiap pekerjaan.

Penguatan koordinasi juga menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan pembinaan daerah. Komunikasi yang terjalin antara pimpinan dan jajaran aparatur diharapkan dapat mendukung keselarasan pelaksanaan program kerja serta mendorong terciptanya tata kelola organisasi yang lebih tertib dan efektif.
Di sisi lain, pembinaan secara berkelanjutan juga menjadi pengingat bagi seluruh aparatur untuk terus meningkatkan kompetensi dan tidak berhenti mengembangkan kemampuan. Perkembangan regulasi, tuntutan pekerjaan, serta kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan peradilan mengharuskan setiap aparatur senantiasa belajar dan menyesuaikan diri dengan perubahan.
Partisipasi aktif dalam kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat memberikan penguatan bagi seluruh jajaran Mahkamah Syar’iyah Kutacane dalam menjalankan tugas sesuai dengan bidang masing-masing. Dengan menjadikan pembinaan sebagai bagian dari budaya kerja, setiap aparatur diharapkan semakin memahami pentingnya kedisiplinan, ketelitian, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Melalui keikutsertaan dalam Pembinaan Daerah oleh Hakim Agung Pengawas dan Pembina Daerah, Mahkamah Syar’iyah Kutacane terus menunjukkan komitmennya untuk memperkuat kualitas kelembagaan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya aparatur yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.
(Tim Media Mahkamah Syar'iyah KutaCane)