Oknum Anggota DPRK Dicambuk, Ketua MS Kutacane: Semoga Tidak Ada Lagi Pelanggar Hukum Jinayat

Kutacane | ms-kutacane.go.id

Ketua Mahkamah Syari’ah Kutacane Maman Abdur Rahman, S.H.I., M.Hum dan Hakim Pengawas Muhammad Azhar Hasibuan, S.H.I., M.A., hadiri prosesi eksekusi cambuk tiga orang pelanggar Hukum Jinayat di Pelataran Parkir Stadion Haji Syahadat Kutacane, Kecamatan Babussalam. Jumat (28/6/2019).

Salah satunya oknum DPRK Aceh Tenggara Timbul Ganda Hasudungan yang divonis bersalah dalam kasus perjudian sabung ayam dicambuk 11 kali, oknum yang terpilih kembali dalam Pemilu 2019 ini ditangkap Satreskrim Polres Agara di Desa Lawe Perbunga, Kecamatan Babul Makmur pada 7 April 2018 karena terlibat judi sabung ayam.

Selain Timbul, dua pelanggar syariat lainnya yang dicambuk adalah Zainal Abidin warga Desa Pulonas Baru, Kecamatan Lawe Bulan, sebagai bandar judi. Dia Dicambuk sebanyak 30 kali.

Sementara satu lainnya adalah Suandi, warga Desa Tanjung Muda, Kecamatan Darul Hasanah yang melakukan pelecehan seksual. Suandi hanya mampu menjalani hukuman cambuk delapan belas kali dari total 36 kali cambuk. Dia sempat mengeluh kesakitan dan menyatakan tak sanggup melanjutkan hukuman.

Pelaksanaan uqubat cambuk selain dihadiri oleh Pejabat Mahkamah Syar’iyah Kutacane juga dihadiri langsung oleh Kajari Aceh Tenggara Fitrah, Kapolres Agara AKBP Rahmad Har Deny, Kadis Syariat Islam Iqbal Selian serta pejabat terkait lainnya.

Maman Abdur Rahman meminta agar pelaksanaan cambuk yang digelar di depan umum dapat menjadi efek jera bagi pelaku dan peringatan bagi yang lainnya.

“Dengan adanya eksekusi cambuk ini menjadi pelajaran bagi kita agar tidak ada lagi yang melanggar Hukum Jinayat di Kutacane ini dan yang bersangkutan menjadi jera sehingga tidak mengulangi kesalahannya”, harap Ketua asal Bengkulu ini.

 

(MAH | Humas | Poto: Alyusran)