berAKHLAK removebg previewheader ms kutacane 2021

Kajian Dhuha Mahkamah Syar’iyah Kutacane, Perkuat Nilai Sabar dan Syukur dalam Pengabdian

on .

on . Dilihat: 0

1

ms-kutacane.go.id – Mahkamah Syar’iyah Kutacane kembali melaksanakan Kajian Dhuha sebagai bagian dari pembinaan rohani bagi seluruh aparatur. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat ini menjadi momentum untuk mengawali aktivitas kerja dengan memperkuat nilai-nilai spiritual, sehingga setiap tugas dan amanah dapat dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.

Kajian kali ini disampaikan oleh Najwa Sahiba, A.Md.A.B. dengan mengangkat tema "Sabar dan Syukur dalam Menjalani Kehidupan dan Amanah Pekerjaan." Tema tersebut mengajak seluruh aparatur untuk menjadikan kesabaran dan rasa syukur sebagai landasan dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan maupun tantangan dalam pelaksanaan tugas sebagai abdi negara.

Dalam penyampaiannya, Najwa Sahiba menjelaskan bahwa setiap amanah yang diberikan kepada manusia merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Dalam proses menjalankan amanah tersebut, setiap individu tentu akan menghadapi berbagai ujian dan tantangan. Oleh karena itu, sikap sabar menjadi bekal utama agar setiap persoalan dapat dihadapi dengan bijaksana tanpa kehilangan semangat dalam memberikan pelayanan terbaik.

Selain kesabaran, rasa syukur juga menjadi nilai penting yang harus senantiasa ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Bersyukur bukan hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga dengan memanfaatkan setiap nikmat yang Allah SWT berikan untuk melakukan kebaikan, meningkatkan kualitas diri, serta memberikan manfaat bagi sesama. Dengan hati yang penuh syukur, seseorang akan lebih mudah menerima setiap ketetapan Allah SWT dan tetap bersemangat dalam menjalankan tugas pengabdian.

Kajian ini juga mengingatkan bahwa bekerja bukan sekadar menjalankan kewajiban administratif, melainkan bagian dari ibadah yang memiliki nilai di sisi Allah SWT apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas dan penuh tanggung jawab. Setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat merupakan bentuk pengabdian yang harus dilandasi kejujuran, integritas, serta semangat untuk memberikan yang terbaik. Sebagai penguat materi, disampaikan pula firman Allah SWT dalam Surah Ar-Rahman: "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan." (QS. Ar-Rahman)

1

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa begitu banyak nikmat yang telah Allah SWT anugerahkan kepada setiap hamba-Nya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap nikmat disyukuri dengan meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta menjalankan setiap amanah dengan sebaik-baiknya.

Melalui Kajian Dhuha yang dilaksanakan secara rutin, Mahkamah Syar’iyah Kutacane terus berupaya membangun keseimbangan antara peningkatan kompetensi dan pembinaan spiritual aparatur. Penguatan nilai-nilai keagamaan diharapkan mampu membentuk karakter aparatur yang tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki integritas, akhlak mulia, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen Mahkamah Syar’iyah Kutacane dalam menciptakan lingkungan kerja yang religius, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Dengan hati yang tenang dan jiwa yang senantiasa mengingat Allah SWT, diharapkan seluruh aparatur mampu menjalankan setiap tugas dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan rasa syukur.

“Semoga setiap nikmat yang Allah SWT berikan senantiasa menjadikan kita pribadi yang lebih bersyukur, lebih sabar dalam menghadapi setiap ujian, dan lebih ikhlas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.” Semangat inilah yang terus menjadi landasan bagi Mahkamah Syar’iyah Kutacane dalam menghadirkan pelayanan peradilan yang profesional, berintegritas, serta berorientasi pada kemaslahatan masyarakat pencari keadilan.

(Tim Media Mahkamah Syar'iyah KutaCane)

CCTV Online